Selasa, 17 Mei 2011

Workshop TIK Diharapkan Wujudkan Cyber Aceh


MedanBisnis - Banda Aceh. Kegiatan Workshop Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk para guru dan ibu di Banda Aceh dan Aceh Besar, yang direncanakan 23-24 Desember ini, diharapkan dapat mewujudkan Cyber Aceh. TIK ini dinilai sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh ini.
Iskandarsyah Bakri mewakili Aceh IT Center (AITC) mengatakan, melihat laju pertumbuhan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Aceh, maka pihaknya sangat berinisiatif menyelenggaran Workshop tersebut yang diterutama sekali ditujukan ke pada para guru yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Aceh IT Center (AITC) sebagai salah satu lembaga terdepan dalam pelatihan TIK, menilai bahwa TIK ini merupakan sarana penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

"Hal ini pada dasarnya disadari oleh semua pihak termasuk para guru. Namun, terbatasnya aksesibilitas para guru ke teknologi ini menjadi kendala yang perlu segera diatasi," katanya dalam siaran pers yang diterima wartawan, Minggu (19/12).

Dikatakan, alasan akan digelarnya kegiatan ini dimulai dari sewaktu Wapres Budiono ke Aceh (tgl Des 5, 2010). Saat itu, Guru menanyakan langsung ke Wapres tentang bagaimana mendapatkan kemudahan kredit bagi guru-guru Aceh untuk membeli  laptop.   
   
Beranjak dari permasalahan tersebut, Lembaga Aceh IT Center berinisiatif menyelenggarakan workshop TIK untuk para guru mulai tanggal 23 sampai dengan 24 Desember 2010 bertepatan dengan hari ibu akan mengusung tema; "Guru Era Baru; Satu Guru, Satu Ibu, Satu Laptop".

“Para siswa dan murid di Aceh saat ini sudah cukup familiar dengan TIK sementara para guru masih banyak yang belum punya akses ke komputeran," ujarnya.

Konsultan AITC, Fathurrahman Anwar mengatakan, jaringan bisnis (business net) yang dinisiasi Lembaga Aceh IT Center ini bermanfaat bagi berbagai pihak.

Dengan membangun aliansi strategis semacam ini, pihak swasta yang terlibat akan dapat menekan banyak biaya, terutama biaya operasional dan  marketing.

"Hal ini akan memungkinkan mereka menawarkan produk dengan harga lebih murah yang tentunya akan sangat membantu para konsumen yang dalam hal ini adalah para guru.

Kegiatan ini juga mendapatkan sambutan hangat dari berbagai pihak termasuk Dinas Pendidikan Aceh dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Kota Banda Aceh.

BPPT  (Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi) sendiri, akan medukung dengan mengirimkan pembicara khusus terkait dengan pengembangan TIK di Indonesia.

Dukungan yang serius juga ditunjukkan oleh pihak perusahaan Acer dan Intel. Dipastikan kegiatan workshop kali ini akan dihadiri oleh jajaran Direksi Intel dan Manajemen Acer Indonesia.

Selain dari itu, Iskandarsyah menambahkan, selain menyelenggarakan workshop, lembaga AITC juga akan memfasilitasi para guru dan pegawai negri sipil lainnya untuk memperoleh training TIK serta fasilitas kredit. 

Salah satu upaya yang dilakukan AITC adalah dengan menggandeng sektor swasta seperti PT Sumatra One sebagai reseller Acer di Aceh, Logikreasi  sebagai computer IT distributor,  Adira Finance, FIF  Spektra, dan PT Bank Aceh Syariah sebagai perusahaan perkreditan dan PT Telkom sebagai penyedia layanan internet.

Pada kesempatan yang sama juga akan diluncurkan portal untuk guru di Aceh www.guruindonesia.com. Portal tersebut dimaksudkan untuk komunikasi untuk antara para guru dan siswa yang ada di Indonesia dan Aceh khususnya dalam berbagi informasi menyangkut system pembelajaran dan materi pelajaran di seluruh daerah di Indonesia. 

Para guru juga bebas menyampaikan  pesan, kurikulum belajar, pekarjaan rumah (PR), dan pendapat-pendapat lainnya pada portal yang dimaksud secara publik atau pribadi. (riandi armi)

Selasa, 10 Mei 2011

HP G42-360TX Review

Saat ini, notebook dengan desain yang cantik merupakan salah satu komponen penarik calon pembeli. HP menyadari benar hal tersebut. Oleh karena itu, mereka mendesain salah satu notebooknya, 42-360TX, dengan desain yang menarik. Notebook HP G42-360TX memiliki desain casing yang melengkung di setiap sisinya. Produk ini memiliki finishing berwarna champange dengan tekstur embos berbentuk garis yang membentuk segi tiga di bagian belakang layar LCD-nya. Perpaduan antara warna champange dan hitam doff membuat notebook ini terlihat mewah. Penggunaan layar sebesar 14 inci, membuat ukuran notebook ini menjadi besar. Namun, dengan layar sebesar itu, Anda akan nyaman menggunakan notebook tersebut dalam waktu yang lama.
Notebook HP G42-360TX dipersenjatai dengan prosesor Intel Core i3 380M yang berjalan pada kecepatan 2.53GHz. Prosesor tersebut tidak didukung dengan teknologi Turbo boost. Memori DDR3 sebesar 2GB yang ada di notebook ini sudah cukup untuk mendukung prosesor menjalankan aplikasi menengah ke atas dengan lancar. Bentuk dari  HP G42-360TX yang terlihat kalem ini ternyata menyimpan kemampuan yang luar biasa. Coba tengok saja graphics card notebook ini, ATI Mobility Radeon™ HD 5470. Graphics card ini sudah cukup untuk dapat menjalankan berbagai game 3D di settingan dan resolusi tertentu. Kenapa HP tidak menggunakan graphics card ATI Radeon seri 6? Sepertinya HP tidak mendesain notebook ini untuk menjalankan game 3D yang berat. Dengan penggunaan graphics ATI Radeon seri 5 dan prosesor Intel Core i3, notebook ini dirasa cukup untuk game 3D menengah. Selain itu, penggunaan kedua komponen tersebut dimaksudkan untuk membuat notebook ini memiliki harga yang terjangkau. Seperti yang sudah disebutkan di awal artikel, HP G42-360TX menggunakan layar sebesar 14 inci. Layar tersebut dapat menampung resolusi hingga 1366×768.

Kamis, 14 April 2011

Rahasia Windows 8 Terbongkar

CALIFORNIA - Microsoft sedang kebakaran jenggot, sebab spesifikasi Windows 8, yang merupakan kelanjutan dari Windows 7, bocor dan tersebar luas di internet. Parahnya, yang membongkar sistem operasi terbaru itu, adalah karyawan Microsoft sendiri.

Detail mengenai Windows 8 itu sendiri bermula dari Robert Morgan, yang menuliskannya di dalam kolom profil di situs jaringan bisnis Linkedln. Morgan yang memegang posisi Senior Research and Development menuliskan, kalau dirinya bekerja di departemen penelitian dan pengembangan dengan tingkat keamanan tinggi untuk proyek jangka panjang dan menengah.

Cerobohnya di profilnya, Morgan menuliskan sedang mengerjakan proyek Windows 8 dan berencana membuat Windows 9. Di dalam profil tersebut juga tertulis "Kernel Windows 8 kompatibel dengan arsitektur 128-bit dan Windows 9 sedang dalam perencanaan". Demikian yang dikutip melalui PC World, Selasa (13/10/2009).

Padahal seperti diketahui, Windows 7 yang akan dirilis pada 22 Oktober 2009 mendatang, baru mendukung 32-bit dan 64-bit. Untuk dukungan 64-bit sendiri, Microsoft menggunakannya pertama kali pada Windows XP Profesional edisi X64 yang diluncurkan pada Mei 2005 silam.

Belum ada tanggapan dari Microsoft mengenai bocornya sistem operasi yang masih dirahasiakan ini. Morgan yang membocorkan Windows 8 dan Windows 9 telah menghapus tulisan tersebut di dalam profilnya, walaupun 'jejak kejahatannya' dapat terekam di mesin pencari Google. (tyo)

Dell Alienware M17x

Jakarta - Alienware M17x merupakan notebook besutan Dell yang memang dirancang untuk memenuhi hasrat para gamer. Karena untuk bermain game, jadi tidak heran jika spesifikasi yang diberikan tergolong 'perkasa'.

Dimotori oleh Intel Extreme Quad Core Q9000, M17x juga dilengkapi dengan Memory DDR3 4GB, kartu grafis Geforce GTX 260M dan sistem operasi Windows 7 Home Premium versi 64bit. Selain itu, kapasitas hardisk 1 TeraByte (TB) pada notebook ini juga dimaksimalkan dengan modus RAID 0.

Dilihat dari spesifikasi yang ditawarkan, Alienware M17x yang diterima detikINET sedikit berbeda dengan konfigurasi dari negeri asalnya. Perbedaan mencolok terdapat pada kartu grafis yang digunakan (GTX 260M). Versi lain notebook ini menggunakan Geforce GTX 280M dengan Scalable Link Interface (SLI).

Tampilan yang Menawan

Sebagai notebook kelas kakap, Alienware M17x memiliki penampilan yang sangat menarik. Mulai dari desain tampilan hingga bahan casing yang digunakan.

Desain keyboard yang digunakan, misalnya, tampak cukup lega untuk gamer dengan jari besar. Adanya keypad numerik juga membuat penggunaan notebook ini serasa memakai komputer desktop.

Ventilasi M17x juga tertata dengan rapih. Panas yang ditimbulkan akan menyembur keluar secara sempurna pada bagian belakang dan sampingnya. Alhasil, notebook akan tetap terasa adem meski dimainkan secara nonstop.

Satu fitur yang cukup unik adalah pengaturan warna-warna lampu indikator yang ada di notebook. Semua lampu, mulai dari penerang tombol fungsi, touchpad hingga logo Alienware bisa diubah warnanya sesuai selera pengguna.

Kemudian, M17x memiliki dua speaker di bagian depan. Walhasil, suaranya pun terdengar sangat lantang dan jernih. Bahkan ini merupakan notebook dengan suara paling keras yang pernah dijajal detikINET.

Alienware M17x menggunakan casing yang terbuat dari bahan aluminium, sehingga keseluruhan 'body' pada notebook ini tampak kokoh nan kuat. Namun jangan salah, hal tersebut juga berimbas pada bobot notebook ini yang terbilang sangat berat.

Meski Hebat Namun Belum Cukup

Kualitas gambar yang disajikan pun tak kalah hebat. Dengan bentang layar 17 inchi, notebook ini mampu menampilkan gambar hingga resolusi 1900 X 1200 pixel, sehingga gambar akan tampil dengan cemerlang.

Namun, ada yang sedikit mengecewakan pada layar yang digunakan. Penggunaan pada ruang yang terang, dengan posisi sumber cahaya di belakang pengguna, akan sangat mengesalkan. Ini karena pantulan sinar terlihat jelas di layar, terkadang bagaikan melihat permukaan sebuah cermin.

Untuk ukuran sebuah notebook, Alienware M17x mempunyai Performa yang sangat hebat. Entah itu ketika digunakan untuk melakukan olah gambar ataupun memainkan game kelas berat.

Untuk membuktikan ketangguhannya, detikINET coba memainkan game Resident Evil 5 pada notebook ini. Ketika dijajal pada resolusi 1280 X 720 dengan detail tinggi, notebook ini berhasil melewatinya dengan mulus.

Namun lain halnya ketika dimainkan pada resolusi yang lebih tinggi. Gejala turunnya Frame per Second (FPS) mulai terlihat pada resolusi 1900 X 1200. Meski tidak terjadi penurunan yang signifikan, namun hal tersebut sangatlah mengganggu, terlebih lagi jika terjadi waktu adegan yang seru.

Ini Notebook atau PC?

Kalimat yang terlontar ketika pengguna awam melihat notebook ini mungkin adalah "Ini Notebook atau PC?". Cukup beralasan, mengingat tidak hanya berperforma tinggi melainkan juga memiliki ukuran yang terbilang bongsor.

Alienware M17x juga tidak memiliki nilai mobilitas layaknya notebook pada umumnya. Selain dari ukuran dan bobotnya, perangkat ini praktis tak bisa digunakan untuk bermain game apabila hanya mengandalkan baterai. 

Meski berkasitas cukup besar --9 cell-- namun baterai itu belum mencukupi untuk menunjang pasokan daya kartu grafis GTX 260M. Alhasil, ketika sedang menggunakan baterai, notebook ini akan secara otomatis beralih pada kartu grafis onboard yaitu Geforce 9400.

Seperti apa bedanya? Hasil uji benchmark dengan 3DMark 2006 menunjukkan kisaran skor 3.000 pada saat mengunakan baterai. Namun saat dicolokkan ke sumber listrik, angkanya melambung tinggi hingga kisaran skor 10.000.

Dengan kata lain, jika ingin bermain dengan nyaman, jangan melepaskan charger dari lubang adapter yang disediakan. Tambah merepotkan memang, terlebih adapter Alienware M17x juga memiliki ukuran yang sangat besar dan berat.

Alienware M17x merupakan debut pertama Dell di kacah indusri laptop gaming di Indonesia. Meski harga yang dibandrol tinggi, yakni berkisar USD 3299, notebook ini tidak akan luput dari perhatian para penggemar setia Alienware.

Kelebihan:
+ Performa Baik
+ Kualitas bahan yang kokoh
+ Desain menarik

Kekurangan:
- Layar memantulkan cahaya
- Mobilitas terganggu adaptor
- Berat

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons